Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Agustus 2014

Berat Badan Pengaruhi Karir Wanita

Berat Badan Pengaruhi Karir Wanita-Sebuah survei menemukan, wanita yang terlampau khawatir tentang berat badan, bisa membahayakan prospek karir dan masa depannya. Kesimpulan diperoleh dari hasil survei yang dilakukan oleh Dove.
Hampir seperenam dari wanita dari 445 wanita yang disurvei menegaskan bahwa mereka kurang percaya diri karena bentuk tubuh kurang proporsional. Bentuk tubuh itu akan memengaruhi kehidupan kerja mereka. Dan hampir setengah dari responden mengatakan bahwa mereka merasa tidak mampu bekerja maksimal karena mencemaskan penampilan.
Dari survei, yang dikutip dari laman Daily Mail, juga ditemukan bahwa 15 persen wanita tidak nyaman dengan penampilan. Ini pula yang menghambat karir mereka. Satu dari lima wanita mempertanyakan dan mengakui bahwa berat badan memengaruhi kehidupan mereka sehari-hari.
"Ini tidak mengejutkan. Ketika Anda cemas tentang sesuatu, baik itu berat badan Anda atau yang lainnya. Masalah itu menjadi masalah yang dominan dalam pikiran Anda,” kata Psikolog dan penulis studi Papadopoulos.
Hal ini bisa dimengerti dan akan memengaruhi dunia kerja dan fokus karir Anda. Ketika wanita sibuk menata penampilan mereka, mereka berpikir ada orang ketiga yang akan memperhatikan mereka. "Mereka mulai berpikir dilihat oleh pria atau wanita lain," jelasnya.


Sumber: vivanews.com
Read More..

Jumat, 07 Februari 2014

Menyedihkan! Wanita India Terpaksa Jual Bayi Demi Pengubatan Suami

22 Feb 2013
New Delhi, - Menyedihkan! Seorang wanita di India terpaksa menjual bayinya yang baru berumur dua bulan kerana untuk mendapatkan wang bagi membiai pengubatan suaminya.

Wanita bernama Shama Perveen itu menjual bayi perempuannya, Nazia kepada seorang wanita di desanya seharga 5 ribu rupee      . Ibu tiga anak itu terpaksa menempuh jalan pahit itu kerana tak ada orang yang mau meminjam wang padanya. Suaminya, Sarfaraz tengah menderita gangguan pencernaan.

"Saya sudah mendatangi semua orang di lingkungan ini dan meminta bantuan kewangan, namun semua orang menolak. Saya tak punya pilihan lain kecuali menjual bayi tersebut supaya punya wang untuk mengubati suami saya yang sakit," kata Shama seperti dilansir Gulf News, Jumaat (22/2/2013).

Shama mengaku sangat sedih kerana telah menjual buah hatinya itu.

"Tapi tak ada jalan lain. Jika saya tak melakukan itu, suami saya akan meninggal kserana penyakitnya. Doktor bilang dia harus dibedah segera dengan biaya 5.000 rupee," ujar wanita yang tinggal di desa Isopur, Patna tersebut.

Suami Shama merupakan seorang tukang cat yang memperoleh wang ketika mendapat pekerjaan mengecat bangunan. Namun beberapa bulan terakhir ini, dia tak boleh bekerja kerana sakit.  detikNews

(ita/nrl)
Read More..

Senin, 18 November 2013

Ketika Putus Cinta Pria Lebih Merana Daripada Wanita

 
Kompas.com - Ternyata Pria Lebih Merana Dari Wanita Ketika Putus Cinta. Pria juga manusia; karena itu mereka pun bisa menangis saat putus cinta. Tetapi siapa mengira, putus cinta ternyata lebih "memukul" pria daripada wanita?
 
Anda mungkin tidak percaya (karena si dia tampaknya terlihat cuek setelah putus hubungan dengan Anda), tetapi fakta tersebut merupakan hasil penelitian dari Wake Forest University di North Carolina. Dalam penelitian yang melibatkan 1.000 orang dewasa (tidak menikah) berusia 18-23 tahun, terlihat bahwa hubungan yang tidak bahagia lebih mempengaruhi pria daripada wanita. Hanya saja, pria mengekspresikan kesedihannya dengan cara yang berbeda.

"Perempuan mengekspresikan kesedihannya dengan depresi, sementaranya pria mengekspresikannya dengan masalah-masalah substansi," ujar Simon.

 

Robin Simon, profesor bidang sosiologi dari universitas tersebut, juga mendapati bahwa pria mendapat keuntungan emosional yang lebih besar dari aspek-aspek positif hubungan cinta yang sedang berlangsung. Kurang lebih begini penjelasannya: bagi pria muda, pasangan mereka sering menjadi sumber utama curahan kasih sayang. Berbeda dengan perempuan, yang cenderung punya kedekatan dengan keluarga dan teman-temannya.

Ketegangan dalam suatu hubungan sendiri sering dihubungkan dengan kesehatan emosional yang rendah, karena hal itu mengancam identitas dan penghargaan diri pria.

Kemudian, jika pria secara emosional lebih dipengaruhi oleh kualitas hubungannya saat ini, perempuan lebih dipengaruhi oleh kenyataan apakah mereka memiliki hubungan cinta atau tidak. Tidak heran, perempuan lebih cenderung mengalami depresi ketika hubungan itu berakhir, dan sebaliknya mendapat manfaat lebih hanya dengan berada dalam suatu relationship.


Survei ini awalnya dilakukan untuk studi jangka panjang mengenai kesehatan mental dan transisi ke kedewasaan. Karena itu menurut Simon, masih banyak yang perlu dipelajari mengenai hubungan antara pria dan wanita pada usia dewasa muda.
Read More..