Tampilkan postingan dengan label uang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014

Uang Senilai Rp309 Triliun Tertinggal Dibandara 6 Tahun

bandara moskow
Ilustrasi Bandara Moskow I foto npr 
Uang senilai Rp 309 triliun, jumlahnya cukup fantantis bisa beli lamborghini dan kendaraan mewah lainnya, tapi aneh uang segitu banyak tapi ditinggalkan selama 6 tahun di bandara Sheremetyevo, Moskow, Rusia dan hingga saat ini belum ada pemiliknya yang datang untuk mengklaim sebagai hartanya. 

Uang yang ditinggal selama 6 tahun tersebut senilai 309 triliun ditemukan dalam sebuah kargo terdiri dari 200 kotak kayu dan setiap kotak kayu ada uang senilai 100 juta euro. Siapa gerangan pemilik uang tersebut,? ada yang menduga pemiliknya Saddam Husein.   

Pihak bandara Moskwa  sudah meminta pemilik uang itu untuk datang dan mengambil harta karunnya itu. Namun, hingga saat ini belum ada seorangpun datang mengklaimnya uang sekargo tersebut sebagai miliknya.
Sekargo uang awalnya diterbangkan ke Moskow dari Frankfurt, Jerman, pada 7 Agustus 2007, dan hingga saat ini masih tertahan di bandara ibu kota Rusia itu.

Pemilik uang tersebut bila berdasarkan daftar penumpang penerbangan dari Frankfurt ke Moskow enam tahun silam, bernama Farzin Koroorian Motlagh (45) warga Iran tercatat sebagai pemilik uang tersebut. Pihak bea cukai Rusia dan departemen ragu bahwa pria Iran itu adalah pemilik sekargo uang tersebut.
Read More..

Minggu, 29 Desember 2013

Uang Koin Rp 500 Palsu Beredar



[imagetag]

Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Polda Jawa Barat (Jabar) meringkus seorang kakek berinisial TS (60) pembuat uang palsu logam pecahan Rp 500,emisi tahun 2008. Kakek yang kesehariannya bekerja sebagai tukang bubut sudah sejak 2010 menjual alat pencetak uang yang kemudian menjadi pencetak uang.

Sekilas tidak ada yang berbeda dari logam perak itu. Namun jika diteliti lagi uang karya si kakek memang terlihat berbeda dengan uang cetakan Bank Indonesia.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul menyebut, terdapat beberapa bagian yang membedakan uang logam palsu hasil mesin buatan TS dengan uang asli. Di antaranya adalah tidak adanya tulisan Bhineka Tunggal Ika pada logo burung Garuda, tekstur bunga melati tidak rapi, dan gerigi di bagian samping yang lebih kasar.

Dia pun menghimbau kepada masyarakat agar lebih jeli menerima koin Rp 500, sebab disinyalir sejak 2010, puluh ribu koin ini sudah beredar.

"Kalau tersangka dalam sehari, bisa memproduksi 1.000-1.500 koin, namun itu baru dilakukan seminggu lalu karena keburu ditangkap. Tapi dari hasil penjualan mesin cetak, pembeli juga diduga menggunakan untuk mencetak uang koin palsu, sehingga pembeli mesin bubut ditambahkannya, masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO)," terangnya. ()

Sumber

#bcfda5
Read More..